Kamis, 22 November 2012

Tidak Manfaatkan Media Sosial, Brand Bisa Dianggap Kolot


Penggunaan media sosial yang kian masif, membuat netizen berpandangan brand harus hadir di sana. Kalau tidak, brand akan dianggap tidak modern.
Revolusi media sosial Kehadiran brand di media sosial kini kian penting. Infografik Adeo Internet Marketingberikut mengungkap perkembangan media sosial yang sangat cepat dan masif. Tidak hadir di media sosial, bisa menurunkan citra brand di mata konsumen.
Adeo Internet Marketing adalah lembaga yang spesialisasinya pada desain, pengembangan dan pengelolaan strategi media sosial. Menurut mereka, media sosial sedang mengalami revolusi, dan perusahaan perlu mengembangkan strateginya, atau akan ketinggalan jaman.

Revolusi media sosial menurut Adeo diilustrasikan dalam infografik berikut ini. Media sosial, khususnya Facebook telah membantu 67% perusahaan B2B dan 41% perusahaan B2C mendapatkan konsumen. Mereka juga merekomendasikan Facebook, Twitter, LinekdIn, Youtube, Google+ dan Pinterest sebagai kanal untuk bisnis. Tentu saja harus disesuaikan dengan kepentingan masing-masing perusahaan.
Mengapa disebut revolusi? Menurut Adeo, ketidakhadiran brand perusahaan di kanal media sosial, saat ini menjadikan citra mereka seolah tidak modern, tidak mengikuti perkembangan jaman. Data penggunaan media sosial yang menunjukkan pertumbuhannya kian masif, membuat netizenberpandangan brand juga harus hadir di sana, berjejaring dengan konsumennya.
Satu kanal yang tidak disebut di sini adalah Instagram. Jejaring sosial berbagi foto ini baru saja menjadi topik pembicaraan ketika badai Sandy melanda beberapa bagian di Amerika Serikat. Menurut survei Simply Measured, 54% brand besar kini hadir di jejaring ini. Pencapaian jejaring milik Facebook ini memang luar biasa. Pada awal 2012 mereka baru memiliki 15 juta pengguna, tetapi sembilan bulan kemudian sudah bisa mencapai 100 juta pengguna.
Revolusi media sosial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar